praktikum biologi



PRAKTIKUM BIOLOGI


Nama         : Tri Hardianto Abrian
NPM          : 134110223
Lokal         : C/1

AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
Lembar Pengesahan
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Disusun oleh
Nama         : Tri Hardianto Abrian
NPM          : 134110223      
Lokal         : C/1


    Dosen Pengasuh                                        Asisten Pembimbing




    (                                  )                                           (                                      )
KATA PENGANTAR
Assalamuaalaikum Wr. Wb.
         Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berisikan “praktikum biologi” tepat pada waktunya. Laporan praktikum ini diharapakan dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi teman-teman semua dan dapat digunakan sebagai salah satu pedoman dalam proses pembelajaran. Sehingga besar harapan saya, laporan praktikum yang kami sajikan dapat menjadi kontribusi positif bagi pengembangan wawasan pembaca.
            Akhirnya kami menyadari dalam penulisan laporan praktikum ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kami menerima kritikan daan saran agar bisa membangun kesempurnaan laporan praktikum ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.
Amin.
Waaslalmualaikum Wr.Wb.

Pekanbaru, 26 desember 2013



                                                                                          Penulis









DAFTAR ISI
Lembar pengesahan……………………………………………………………………
Kata Pengantar…………………………………………………………………………
Daftar Isi……………………………………………………………………………….

I. PENDAHULUAN…………………………………………………………………..
1.1. Latar belakang……………………………………………………………...
1.2. Tujuan………………………………………………………………………
II. LANDASAN TEORI ………………………………………………………………
III. METODE PRAKTIKUM………………………………………………………....
          3.1 tempat dan waktu……………………………………………………………
          3.2 alat dan bahan……………………………………………………………….
          3.3 cara kerja……………………………………………………………………
IV. PEMBAHASAN…………………………………………………………………..
4.1. Hasil pengamatan praktikum……………………………………………….
4.2. Pembahasan………………………………………………………………...
4.3. Dokumentasi pengamatan dan hasil praktikum…………………………….
IV. PENUTUP…………………………………………………………………………
5.1. Kesimpulan…………………………………………………………………
5.2  saran………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….










HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR


                        Nama         : Tri Hardianto Abrian
                   NPM          : 134110223
                   Lokal         : C/1
  

AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
       Air adalah komponen yang sangat di perlukan oleh setiap makhluk hidup dan 90 %  dalam berat tumbuhan. Tetapi, jumlah air yang terkandung setip tmbuhan akan berbeda-beda. Ada yang memerlukan air dengan jumlah yang sangat banyak dan juga yang memerlukan hanya sedikit.
       Dalam pembakaran pada daun untuk mengahasilkan energy dengan proses fotosintesis sangat memerlukan air. Karna, agar bisa lebih seimbang mengatur keseluruh tubuh pada tunbuhan tersebut.
       Apabila dalam tumbuhan kekurangan kadar air yang cukup, terjadi lambatnya pertumbuhan dan proses perkembangan yang lambat. sebagian tumbuhan tidak dapat bertahan hidup,layu dan berakhir mati.

1.2  tujuan
untuk mengetahui berapa kandungan air pada tumbuhan, dikhususkan terletak pada sampel daun.











BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut Dwidjoseputro (1990:92) menyatakan bahwa, "transpirasi dapat melalui kutikula, stomata dan lentisel. Sebenamya seluruh bagian tanaman itu mengadakan transpirasi, akan tetapi yang biasanya dibicarakan hanyalah transpirasi lewat daun, karena hilangnya molekul-molekul air dari tubuh tanaman itu sebagian besar adalah lewat daun. Hal ini disebabkan karena luasnya permukaan daun dan juga karena daun-daun itu lebih terkena udara daripada bagian-bagian lain dari suatu tanaman". Mengenai penguapan yang terjadi di daun kita kenal penguapan melalui kutikula dan penguapan melalui stoma. Kegiatan transpirasi terpengaruh oleh banyak faktor, baik faktor dalam maupun faktor luar. Yang termasuk faktor dalam ialah besar-kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan, banyak sedikitnya stoma, bentuk dan lokasi stomata. Sedangkan yang termasuk faktor luar adalah radiasi, temperatur, kebasahan udara, tekanan udara,, angin keadaan air di dalam tanah".
Menurut Lakitan (2010:40) menyatakan bahwa, "di dalam tumbuhan, air berperan sebagai pelarut. Sruktur molekul protein dan asam nukieat sangat ditentukan oleh adanya molekul air disekitarnya. Berard juga aktivitas dari protein dan asam nukleat dapat berlangsung karena adanya air di sekitamya. Selain protein dan asam nukleat, aktivitas senyawa lain di dalam protoplasma juga ditentukan oleh adanya air. Walaupun air dapat bertindak sebagai bahan pereaksi(reaktan) atau sebagai produk suatu reaksi kimia, tetapi yang iebth penting adalah air menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk benlangsungnya berbagai reaksi biokimia dalam sel tumbuhan".
Anonimus (2010) air adalah pelarut terbaik yang sangat penting bagi tanaman, air juga sangat penting bagi keliidupan tanaman. Air merupakan 90-95% penyusun tanaman, aktivator enzim, pereaksi dalam reaksi hidrolisis, sumber H dalam fotosintesis, penghasil 02 dalam fotosintesis, pelarut dan pembawa berbagai senyawa, mengatur keluar masuknya zat terlarut ke dan dari sd, mendukung tegaknya tanaman terutaina pada tanaman herbacius, mempertahankan suhu tanaman tetap konstan path saat cahaya penuh.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu
  Tempat            : laboratrium dasar , universitas islam riau
  Waktu             : Minggu, 8 Desember 2013

3.2 Alat dan Bahan.
1. Timbangan
2. Alat tulis
3. daun jambu biji, daun melinjo dan daun sawo

3.3 Cara kerja:
1.  Mengambil daun sampel yang masih segar, normal dan daun ini tidak terlalu    mudah dan tidak terlalu tua.
2.   Timbang daun tersebut dan catat keadaan fisik daun tersebut.
3.  Jemur dan membiarkan daun tersebut pada udara terbuka sampai 2 minggu dan ditimbangn kembali beratñya, lalu mencatat perubahan fisik yang terjadi tersebut.
4.   Menghitung berapa banyak air yang hilang dari daun tersebut.

Rumus mencari kadar air
Kadar Air =BB—BK xl00%
                               BK








BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 hasil pengamatan praktikum
No
Nama daun
Berat basah
Berat kering
Kadar air
1
Sawo a
0.59
0.26
12,7 %
2
Sawo b
0.62
0.23
17,0 %
3
Sawo c
0.55
0.24
13,0 %
4
Melinjo a
1.95
0.50
29,0 %
5
Melinjo b
2,22
0.54
31,1 %
6
Melinjo c
2.45
0.64
28,3 %
7
Jambu biji a
1.01
0.58
7,4 %
8
Jambu biji b
1.29
0.53
14,3 %
9
Jambu biji c
0.89
0.36
14,7 %
           
4.2 pembahasan
                      Dari tabel dapat dilihat bahwa kadar air untuk tiap-tiap jenis tanaman berbeda-beda. Kadar air pada daun dan herba ( melinjo dan jambu) lebih tinggi daripada kadar air pada daun sawo. Hal ini sesuai dengan pendapat Dwidjoseputro (1980) yang menyatakan bahwa kadar air dari berbagai macam tanaman berbeda dimana tanaman herbacius lebih banyak mengandung air dari tanaman lignosus.
Sedangkan menurut Salisbury dan Ross (1995), keadaan air tanah sangat mempengaruhi tingkat transpirasi dan respirasi biar persediaan air dalam tanah berkurang maka transpirasi jelas akan berkurang sebagai penutupan stomata. Hal ini juga mempengaruhi benyaknya keberadaan air pada setiap tumbuhan. Setiap umbuhan sangat memerlukan air dalm kehidupannya dan proses yang ada didalam tubuhnya dan salah satu pokok penting makhluk hidup. Ketika daun masih mengandung air dan klorofil, daun berwarna hijau dan hijau tua. Tetapi, ketika daun kering berubah menjadi kecoklatan dan kusam.


4.3 Dokumentasi pengamatan dan hasil praktikum
          4.3.1 Dokumentasi pengamatan
          

           

         
4.3.2 hasil praktikum
Bagian daun basah
       
                 Sawo a                               sawo b                                     sawo c
       
            Melinjo a                                 melinjo b                                 melinjo c
          
Jambu biji a                               jambu biji b                             jambu biji c

Bagian daun kering
          
            Sawo a                                                sawo b                                     sawo c
           
            Melinjo a                                 melinjo b                                 melinjo c
           
            Jambu biji a                             jambu biji b                             jambu biji c

            4.3.3 tugas praktikum
1. Apakah fungsi air bagi tanaman?
·         Penyusun tubuh tanaman
·         Pelarut dan medium reaksi biokimia
·         Medium transpor senyawa
·         Memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan sel dan pembesaran sel)
·         Bahan baku fotosintesis
·         Menjaga suhu tanaman supaya konstan
2. Berapa persen air yang ada pada tanaman.?
·         Sekitar 70%-90%
3. Disebut proses apakah hilangnya air pada tanaman dan jelaskan bagaimana itu bisa teijadi.?
·         transpirasi adalah proses keluarnya air dalam tubuh tumbuhan dalam bentuk uap.
·         Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran tumbuhan, kadar CO2, cahaya, suhu, aliran udara, kelembaban, dan tersedianya air tanah. Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stoma yang membuka dan menutupnya dikontrol oleh perubahan tekanan turgor sel penjaga yang berkorelasi dengan kadar ion kalium (K+) di dalamnya. Selama stoma terbuka, terjadi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang ke dalam atmosfer. Untuk mengukur laju transpirasi tersebut dapat digunakan fotometer. (Saisbury dan Ross, 1992).













BAB V
PENUTUP

5.1 kesimpulan
·         Air sangat penting dam kehidupan makhluk hidup khususnya pada tumbuhan
·         Tumbuhan mengandung air lebih kurang 70% - 90%
·         Pada tumbuhan yang di uji terdapat pada tumbuhan herba ( melinjo dan jambu biji ) yang mengandung kadar air tertinggi dari pada pada daun sawo.

5.2  pesan
                        Setelah melaksanakan praktikum ini, dapat kami sarankan kepada praktikan agar berhati-hati dalam melaksanakan pengukuran. Dan kita dapat lebih dalam tentang fisiologi tumbuhan dan dipraktekan di lingkungan pendidikan.















DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.
Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lakitan, Benyamin.2010.Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raj awali pers. Anonim. Pengukuran Biodiversitas.
Wilkins, B. malcom . 1990. Fisiologi tanaman . bumi aksara : Jakarta
Salisbury and Ross.1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB : Bandung






















MEMBUAT PERANGKAP SERANGGA TANAH


                        Nama         : Tri hardianto Abrian
                   NPM          : 134110223
                   Lokal         : C/1
  

AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  latar belakang
 serangga merupakn hewan yang unuk dan banyak versi yang mngagumkan. Sebagain seranga digunakan sebagai fosil dan penelitian yang memelki kelebihan dibandingkan hewan yang lainnya.  
Bermacam serangga yang ada di alam seperti kecoa, belalang, kepik dan sebagainya. Serangga terbagi menjadi dua bagian yakni srangga yanga menguntungka sperti lebah, dan kupu-kupu. Serangga yang merugikan seperti lalat,nyamauk, jangkrik dll.
Para ahli melakukan penelitian dalam menangkap serangga dalam betuk yang sesuai yang dimiliki serangga dengan membuat pemikat seranngga. Serangga akan masuk terperangkap dan susah untuk lepas seperti lampu disisipkan plastic berminyak, perangkap kuning yang menyerupai kelopak bunga dengn member lem serangga dll.

1.2  tujuan
agar kita mengetahui jumlah serangga yang terjerat dalam sebuah jebakan serangga.











BAB II
LANDASAN TEORI
Serangga merupakan makhluk hidup yang mendominasi bumi. Kurang lebih 1 juta spesies serangga telah dideskripsi (dikenal dalam ilmu pengetahuan), dan diperkirakan masih ada sekitar 10 juta spesies serangga yang belum dideskripsi (Tarumingkeng, 2001, dalam Ruslan, 2009). Keanekaragaman yang tinggi dalam sifat-sifat morfologi, fisiologi dan perilaku adaptasi dalam lingkungannya, dan demikian banyaknya jenis serangga yang terdapat di muka bumi, menyebabkan banyak kajian ilmu pengetahuan, baik yang mumi maupun terapan, menggunakan serangga sebagai model.
Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masa Ordovicius. Fosil kecoa dan capung raksasaprimitif telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera seperti lalat dan nyamuk yang terperangkap pada getah juga ditemukan. Hewan mi juga merupakan contoh kiasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh mi seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap mi disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicinikan oleh tipe metamorfosisnya (Isfaeth, 2010).
Secara   morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas minip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).
Serangga mampu hidup dimanapun, bahkan ada serangga yang mampu hidup tanpa oksigen sekalipun. Hal mi dikarenakan serangga mampu beradaptasi dengan segala kondisi yang membuat variasi morfologi sesuai dengan cam adaptasi mereka dengan lingungannya. Ada serangga yang mampu terbang, serangga yang hidup di air dan banyak yang hidup di terestrial atau diatas permukaan tanah.
Serangga tanah adalah serangga yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang terdapat di dalam tanah (Suin,1997 ) Penguraian akan menjadi lebih sempurna apabila hasil ekskresi fauna mi dihancurkan serangga
pemakan bahan organik yang mambusuk, membantu merubah zat-zat yang membusuk menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Banyak jenis serangga yang sebagian atau seluruh hidup mereka di dalain tanah. Tanah tersebut memberikan serangga suatu pemukiman atau sarang, pertahanan dan seringkali makanan.
Tanah tersebut diterobos sedemikian rupa sehingga tanah menjadi lebih mengandung udara, tanah juga dapat diperkaya oleh hasil ekskresi dan tubuhtubuh serangga yang mati. Serangga tanah memperbaiki sifat fisik tanah dan menambah kandungan bahan organiknya (Borror dkk., 1992). Wallwork (1976) dalam Ruslan (2009), menegaskan bahwa serangga tanah juga berfungsi sebagai perombak material tanaman dan penghancur kayu. Szujecki (1987) dalam Rahmawaty (2000), mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan serangga tanah di hutan, adalah, struktur tanah berpengaruh path gerakan dan penetrasi, kelembaban tanah dan kandungan hara berpengaruh terhadap perkembangan dalam daur hidup, suhu tanah mempengaruhi peletakan telur, cahaya dan tata udara mempengaruhi kegiatannya. Jumlah famili dan individu serangga pemiukaan tanah dari Ordo Coleoptera, Diptera dan Hymenoptera lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan ordo yang lain.
Hal ini dapat disebabkan karena serangga tersebut merupakan serangga yang umum dan banyak jumlah suku yang beraktivitas di permukaan tanah (Borror dkk, 1992). Aktifitasnya sebagai dekomposer dalani ekosistem sangat berperan penting bagi kehidupan. Serangga tanah merupakan salah satu kelompok serangga yang memegang peranan penting dalam ekosistem. Serangga tanah memiliki kemampuan untuk berathptasi di permukaan tanah dan di dalam tanah. Serangga permukaan tanah dapat melubangi tanah sehingga tanah menjadi lebih mengandung udara.
Menurut Safrmnet, 2000, pit fall trap adalah suatujebakan yang menggunakan gelas pelastik, pot tanarnan, yang digunakan untuk menjebak bunmg atau serangga yang tidak terbang khususnya kumbang, laba laba, pseudoscorpion, belalang dan yang yang hidup di atas pemukaan tanah. Gelas ditempatkan di lubang yang rata dengan tanah. Dalam perangkap diisi dengan suatu larutan yang mampu membunuh dan mengawetkan serangga yang terjebak. Penambahan umpan kedalam jebakan bisa membuat jebakan semakin efektif. Tipe jenis umpan bergantung spesimen apa yang ingin didapatkan.





























BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu
  Tempat            : kebun karet fakultas pertanian , universitas islam riau
  Waktu             : Minggu-kamis, 8-12 Desember 2013

3.2 Alat dan bahan
Alat:
1. Gelas plastik
2. 16 kayu sebagai penyanggah ukuran +20 cm
3.  tempurung 4 buah
Bahan:
1. Air gula
2. Urin
3. Minyak tanah
4. Air deterjen

3.3 Cara kerja
1. Menentukan titik penempatan jebakan.
2. Membuat lubang di tanah sebesar mulut gelas jebakan.
3. Meletakkan gula, minyak tanah, air deterjen, dan urin pada setiap gelas plastik sebagai umpan.
4. Menutup gelas plastik yang telah diberi umpan dengan jarak 5 cm dengan mulut gelas dan menggunakan kayu sepanjang 20 cm sebagai penyangga.
5. Meletakkan gelas yang telah diberi umpan ke dalam tanah dan pastikan mulut botol telah rata dengan tanah. Jarak antara satu gelas dengan yang lainnya adalah satu meter.




BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 hasil pengamatan praktikum
·         table perangkap gula
No
tanggal
Jenis serangga
jumlah
1
9  desember 2013
Semut halus(kecil)
banyak
2
10 desember 2013
Semut halus (kecil)
Makin banyak
3
11 desember 2013
Semut halus (kecil)
Makin banyak
4
12 desember 2013
Semut halus (kecil) dan jangkrik kecil
Makin banyak dan satu

·         table perangkap minyak tanah
No
tanggal
Jenis serangga
jumlah
1
9  desember 2013
Semut besar (hitam)
1
2
10 desember 2013
Semut besar (hitam)
1
3
11 desember 2013
Semut besar (hitam)
1
4
12 desember 2013
Semut besar (hitam)
1
·         table perangkap deterjen
No
tanggal
Jenis serangga
jumlah
1
9  desember 2013
-
-
2
10 desember 2013
jangkrik
1
3
11 desember 2013
Jangkrik dan rengit
1 dan 10
4
12 desember 2013
Jangkrik dan rengit
1dan 10
·         table perangkap uri
No
tanggal
Jenis serangga
jumlah
1
9  desember 2013
-
-
2
10 desember 2013
-
-
3
11 desember 2013
Jangkrik sedang
2
4
12 desember 2013
Jangkrik sedang
2

4.2 pembahasan
            Setelah tercantum dalam table diatas, bahwa lebih banyak perangkap serangga pada gula. Karena gula salah satu yang paling disukai oleh serangga. Pada perangkap minyak, uri dan deterjen hanya mayoritas hewan jangkrik. Jangkrik merupak hewan yang lincah dan merusak tanaman. Memiliki kaki yang bergerigi yang bias melompat seperti katak. sering kali terdapat jangkrik pada perangkap yang telah tersedia. Karena saat jangkrik jatuh pada permukaan air dan susah untuk melompat dan akhirnya mati.

4.3 dokumentasi pengamatan dan hasil pratikum
·         pengamatan
          
          

·         hasil pratikum
                                    hari pertama
       
                        Gula                                                                minyak tanah
       
                        Deterjen                                                          urin

Hari kedua
       
                        Gula                                                    minyak tanah
       
                        Gula                                                    urin
Hari ketiga
     
                        Gula                                                    minyak tanah
     
                        Deterjen                                              urin

Hari ke-empat
     
                        Gula                                                    minyak tanah
     
                        Deterjen                                              urin
BAB V
PENTUTUP
5.1 kesimpulan
            Sarangga merupakan hewan yang memiki kelebihan dalam penciuman dan salah satu hewan 2 kelompok yakni mengutungkan dan merugikan. Perangkap sarangga sangat mudah,  yang dapat merengkam serangga .

5.2 saran
            Dalam percobaan ini haru memiliki strategi dalm membuat suatu perangkap serangga. Memahami dan mengerti sesuatu perangkap yang membuat serangga berkumpul dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.




















DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.
Wirakusumah, Sambas. 2003. Dasar-Dasar Ekologi bagi Populasi dan Komunitas.



























MENGAMATI KECEPATAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA KACANG HIJAU


                        Nama         : Tri Hardianto Abrian
                   NPM          : 134110223
                   Lokal         : C/1
  
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
  Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif  dapat diukur atau suatu peningkatan dalam berat atau ukuran dari seluru/sebagian dari organisme, sedangkan perkembangan merupakan bertambahnya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar atau peningkatan kemahiran dalam penggunaan tubuh (Sacharin,1996).
         Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal  merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor fisiologis, sedangkan faktor eksternal atau faktor lingkungan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem.
2.      TUJUAN
          Mengetahui kecepatan pertumbuhan dan perkembang biakan pada tumbuhan kacang hijau.





BAB II
DASAR TEORI
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantamya volume, massa, dan tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan auksanometer. Pertumbuhan terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Proses mi terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat meristematik. Contoh, pertambahan tinggi batang danjumlah daun.
Perkembangan adalah proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan irreversible. Contoh, munculnya bunga sebagai alat perkembangbiakan.

Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman diawali dengan perkecambahan biji.
1. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji) karena pertumbuhan embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Embrio terdiri dari akar lembaga (calon akar = radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus).
A. Struktur Biji
Pada biji tanaman dikotil maupun monokotil: Epikotil (bagian atas kotiledon) di ujung epikotii terdapat Plumula (ujung batang & calon daun) merupakan poros embrio yang tumbuh ke atas yang seianjutnya akan tumbuh menjadi daun pertama, sedangkan Hipokotil (bagian bawah kotiledon) di ujungnya terdpat radikula (calon akar) adalah poros embrio yang tumbuh ke bawah dan akan menjadi akar primer.
Pada tanaman monokotil, misalnya jagung, kotiledon mengalami modifikasi menjadi skutelum dan koleoptil. Skutelum berfungsi sebagai alat penyerap makanan yang terdapat di dalam endosperma, sedangkan koleoptil berfungsi melindungi plumula. Selain itu, Pada biji dikotil yang berkecambah, embrio menyerap nutrient dan endospemia (cadangan makanan) sehingga kotiledon mengecil pada akhimya kisut dang lepas.
B. Proses Perkecambahan
Proses Fisika, (a) Terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dan potensial air rendah pada biji yang kening. Proses Kimia, (b) Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberelin (GA). (c) Hormon GA mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk sintesis dan mengeluarkan enzim. (d) Enzim bekerja menghidro!isis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Proses mi menghasilkan molekul kecil larut dalam air, missal enzim amylase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya gula dan zat lain diserap dari endosperma oieh kotiledon selama pertumbuhan ernbrio menjadi bibit tanaman.
C. Macam Perkecambahan
Berdasarkan Jetak kotiledon pada saat perkecambahan, ada dna tipe perkecambahan, yaitu:
1.      Perkecambahan Epigeal
Ciri Perkecambahan ini Terangkatnya kotiledon dan plamula ke permukaan tanah. Pemanjangan terjadi pada bagian hipokotil (ruas batang dibawah kotiledon). Perkecambahan ini umumnya terjadi pada biji tanaman Dicotyledoneae (kecuali kacang kapri), contob kacang hijau, kacang kedelai, kapas.
2.      Perkecambahan Hipogeal
Ciri Perkecambahan ini : Tertinggalnya kotiledon didalam tanah, sedang plamula tetap menembus tanah. Pemanjangan teijadi pada epikotil (ruas batang diatas kotiledon). Umumnya terjadi pada biji monocotyleddoneae, contoh Jagung, padi. dan Dicotyledoneae yaitu hanya kacang kapri.









BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu
  Tempat            : laboratrium dasar , universitas islam riau
  Waktu             :  10-19 Desember 2013

3.2. Alat dan Bahan Penelitian
Alat dan Bahan yang digunakan:
1. Biji kacang hijau
2. Polibek hitain/gelas aqua bekas 10 buah
3.Tanah
4. Air
5. Alat-alat tulis
3.3. Cara Kerja Peneitian
1. Sediakan sepuluh buah aqua yang diisi dengan tanab berkualitas sama
2. Letakkan 2 biji kacang hijau kedalam polibek
4. Berii label "IA, 2A sampek 5A pada aqua yang akan diletakkan pada tempat terang, dan label "lB 2B sampek SB untuk tempat gelap
5. Untuk tempat gelap, agar terhindar dari cahaya matahari tempatkan di ruang yang gelap.
6. Siramlah kacang hijau setiap hari
7. Ukur dan amati setiap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau setiap harinya.







BAB IV
PEMBAHASAN

4.1  Hasil pengamatan praktikum
Table pengamatan pertumbuhan kacang hijau di tempat terang
Hari
ke
Pertumbuhan cm
Rata-rata
cm
I
II
III
IV
V
1
0
0
0
0
0
0
2
0,6
0,5
0,5
0.6
0.5
0.54
3
3
2
1
3
1
2
4
7
6
5
9
5
6.4
5
11
11
9
12
8.5
10.3
6
20
18
17
19.5
13
17.5
7
24
23
22
20
14.5
20.7
8
24.5
24
23
21
16
21.6
9
26
24
23
22
19
22.8
10
27
25
25
23
19
23.8

Table pengamatan perkembangan kacang hijau di tempat terang
Hari-ke
Perkembangan
1

2
Akar mulai menembus tanah dan sebagai plamula mulai tampak
3
Akar mulai menamcap ketanah, Hipokotil keatas dan warna biji hijau muda
4
Akar menancap kokoh ketanah, daun muncul bewarna hijau keluar dari kataledon dan batang hijau kuat
5
Daun terbuka semuanya dan mengarah kematahari
6
Daun makin tebal dan bewarna hijau segar
7
Tumbuhan segar dan batang kokoh
8
Batang  memanjang berwarna hijau tua berbulu dan daun melebar
9
Kataledon mulai lepas
10
Akar mulai bercaba-cabang dan telah melingkari area tanah dalam aqua
Table pengamatan pertumbuhan kcang hijau di tempat gelap
Hari
Ke
Pertumbuhan cm
Rata-rata
Cm
I
II
III
IV
V
1






2
1
1
1
1
1
1
3
2
5
3
5
2.5
4.1
4
3
9
9
9.2
5.5
7.14
5
3
14
14
10
12
10.6
6
14
24
25
22
20
21
7
23
28
30
27
27
27
8
28
30
32
28
30
29.6
9
29
31
34
30
33
31.4
10
30
32
37
32
35
33.2

Table pengamatan perkembangan kacang hijau di tempat gelap
Hari-ke
Perkembangan
1

2
Akar mulai menembus tanah dan sebagai plamula mulai tampak
3
Akar mulai menamcap ke tanah, Hipokotil keatas dan warna biji kuning muda dan ada juga bewarna merah muda
4
Akar menancap kokoh ke tanah, daun muncul tapi menguncup kekuningan dan batang putih pucat
5
Daun masih mengatup,Batang lemah pucat dan tumbuh menyebar
6
Daun kuning tetap menguncup, Batang makin pucat dan lemah
7
Tumbuhan pucat, daun tidak berkembang
8
Batang makin memanjang dan pucat putih, daun berwarna kuning keputihan
9
Daun  berukuran kecil dan daya tubuhnya sangat lemah
10
Batang memulai agak layu dan batang makin panjang, daun mulai mengkerut


4.2 pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.









4.3.  Dokumentasi pengamatan dan hasil pratikum
·         . pengamatan
                                                               
                                              Kacang hijau terang
              
Kacang hijau gelap












2. Hasil Pratikum
Hari 2 terang
                         
          Sampel 1                                      sampel 2                                sampel 3
              
          Sampel 4                                   sampel 5             

Hari 2 gelap
                  
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
          Sampel 4                                   sampel 5
Hari 3 terang
                        
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
          
          Sampel 4                                   sampel 5

Hari 3 gelap
                 
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
          Sampel 4                                   sampel 5
Hari 4 terang
                     
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
          Sampel 4                                   sampel 5

Hari 4 gelap
                   
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
                               
          Sampel 4                                   sampel 5

Hari 5 terang
                    
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
                    
          Sampel 4                                   sampel 5

Hari 5 gelap
                    
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
          
          Sampel 4                                   sampel 5


Hari 6 terang
               
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
          Sampel 4                                   sampel 5

Hari 6 gelap
                 
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
Sampel 4                                   sampel 5

Hari 7 terang
                  
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
          
Sampel 4                                   sampel 5

Hari 7 gelap
                  
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
                  
Sampel 4                                   sampel 5
                                                                       
Hari 8 terang
                
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
                
          Sampel 4                                   sampel 5

Hari 8 gelap
              
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
         
          Sampel 4                                   sampel 5


Hari 9  terang
        
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
            Sampel 4                                 sampel 5

Hari 9 gelap
        
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
   
Sampel 4                                   sampel 5


Hari 10  terang
        
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
        
            Sampel 4                                 sampel 5

Hari 10 gelap
        
          Sampel 1                                   sampel 2                                  sampel 3
   
Sampel 4                                   sampel 5


BAB V
PENUTUP

5.1 kesimpulan
Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.

5.2. Saran
Sebaiknya, percobaan dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada ditempat terang dan berada ditempat gelap. Juga peralatan yang lebih komplit dan modern, seperti bukan menggunakan mistar tetapi menggunakan auksanometer agar hasil lebih akurat.




DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.
Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lakitan, Benyamin.2010.Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raj awali pers. Anonim. Pengukuran Biodiversitas.
Wilkins, B. malcom . 1990. Fisiologi tanaman . bumi aksara : Jakarta
Salisbury and Ross.1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB : Bandung






















MORFOLOGI BUNGA


                                  Nama         : Tri Hardianto Abrian
                           NPM          : 134110223
                           Lokal         : C/1
  

AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  latar belakang
Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae. Berbagai pendapat mengemukakan bahwa organ-organ bunga berasal langsung dari daun lebar. Akan tetapi dalam pengertian umum yang diterima pada saat ini bahwa daun dan batang merupakan unit tunggal yang diistilahkan sebagai pucuk dan dapat kita lihat perkembangan dari bunga yang paralel dengan perkembangan vegetatif bukanlah berasal dari keduanya.
            Buang memeiliki tiga kelompok yang membedakan yakni bunga sempurna, bunga tak sempurna dan banci. pada umumnya bunga palingditemukan adalah bunga sempurna.

1.2  tujuan
mengetahui morfologi bunga yang membedakan bunga sepurna dan tak sempurna











BAB II
LANDASAN TEORI
Beberapa jenis tanaman hias yang biasa ada di rumahmu merupakan jenis tanaman yang memiliki bunga. Setiap tumbuhan memiliki struktur bunga yang berbeda-beda. Bunga terdiri atas beberapa bagian, yaltu tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Tangkai bunga merupakan bagian yang menghubungkan bunga dengan batang. Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga yang memiliki warna yang indah. Di da1am mahkota bunga terdapat putik dan benang sari. Putik merupakan alat kelamin betina, sedangkan benang sari merupakan alat ke1amn jantan.
Berdasarkan jenisnya, bunga dikelompokkan menjadi dua yaitu bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Apabila bunga memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari maka disebut bunga lengkap. Sebaliknya, jika bunga tidak memiliki salah satu bagian tersebut maka merupakan bunga yang tidak lengkap. Berdasarkan benang sari dan putik, bunga dikelompokkan menjadi dua, yaitu bunga sempurna dan tidak sempurna. Bunga sempurna merupakan bunga yang memiiki benang sari dan putik. Apabila hanya memiiki salah satu di antaranya, maka termasuk bunga tidak sempurna.
Fungsi Bunga:
1. Sebagai alat perkembang biakan generfatif
2. Untuk menarik perhnatian seranggab dala,rn proses penyerbukan.
3. Mengahasilkan biji
4. Sebagai wadah menyatukan garnet jantan dan garnet betina.
5. Memiliki nijlai estetika bagi penikmatnya.
6. Sebagai tanaman obat.

• Bagian-bagian Bunga
Meskipun bentuk bunga yang kita temukan beraneka ragam tetapi setiap jenis bunga memiliki:
a. Kelopak bunga, merupakan bagian bunga yang paling luar. Kelopak biasanya berwarna hijau seperti daun atau berwarna warni seperti mahkota.
b. Mahkota bunga, terletak di sebelah dalam kelopak dan biasanya mempunyai warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berguna untuk inenarik serangga lain untuk datang membantu penyerbukan.
c. Benang sari, merupakan alat kelamin jantan yang terdiri dari tangkai sari dan kepala sari. Benang sari biasanya terletak di tengah-tengah mahkota bunga.
d. Putik, merupakan alat kelamin betina. Pada dasar putik terdapat bagian yang akan menjadi buah dan biji.

























BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu
  Tempat            : mushollah al-ikhlas, gang sejahtera
  Waktu             :  kamis, 26 Desember 2013

3.2 Alat dan bahan
1. Alat-alat tulis.
Bahan.
1.      Bunga sepatu
2.      Bunga kertas

3.3 Cara kerja
1. Mengamati morfologi bunga sepatu apakah termasuk bunga lengkap atau bunga tidak lengkap serta membuat gambar bunga dan keterangan bunga sepatu dengan lengkap.
















BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 hasil pengamatan praktikum

·         Bunga sepatu
              1. Bunga sempurna,
2. Kepala putik (stigma),
3. Tangkai putik (stilus),
4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari),
5. Sumbu bunga (axis),
6.
artikulasi,
7. Tangkai bunga (pedicel),
8.Kelenjar nektar,
9. Benang sari (stamen),
             10. Bakal buah (ovum),
11. Bakal biji (ovulum),
13. Serbuk sari (pollen),
14. Kepala sari (anther),
15. Perhiasan bunga (periantheum),
16. Mahkota bunga (corolla),
17. Kelopak bunga (calyx).


·         Bunga kertas
1.      Kelopak bunga
2.      Tangkai putik
3.      Kepala putik
4.      Tangkai bunga

4.2 pembahasan
Bunga merupakan modifikasi suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan. Oleh karena itu, bunga ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan maka pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan fungsinya sebagai penghasil alat perkembangbiakan.
-          Bunga Lengkap
Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki semua bagian-bagian bunga yaitu mahkota bunga, putik, benangsari, kelopak bunga, dasar bunga dan tangkai bunga. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
     Kelopak bunga atau calyx;
    Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
 Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
Contoh bunga: bunga sepatu

-          Bunga Tidak Lengkap
Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian bunga.
Contoh bunga : bunga kertas

4.3              dokumentasi pengamatan dan hasil pratikum
   

·         Diskrpsi bunga sepatu
kembang sepatu merupakan tumbuhan asli daerah tropis di dataran Asia. Tanamanm ini kemudian menyebar di berbagai negara, mulai dari Timur Jauh sampai ke Eropa. Kembang sepatu termasuk tanaman perdu dengan ketinggian berkisar antara 4 m – 8 m. Batang berstruktur keras, bercabang banyak. Perakaran cukup dalam dan kuat sehingga batang tumbuh tegak dan kokoh.
Daunnya merupakan daun tunggal, berbentuk oval atau hati dengan tepi bergerigi, ujung daun meruncing, urat daun menjari dan menyirip, memiliki daun penumpu. Daun berwarna hijau, panjang daun 5 – 10 cm dan lebar 3, - 7,5 cm.
Kembang sepatu berbunga tunggal yang ke luar dari ketiak daun, panjang tangkai bunga 1 – 4 cm, dan menjurai dengan lima mahkota yang tersusun berbentuk terompet atau lonceng.
Helaian mahkota bunga tunggal atau ganda, warna bunga bervariasi, misalnya putih, kuning, merah muda, jingga dan kombinasi warna-warna tersebut. Pembungaan berlangsung sepanjang tahun. Bunga hanya bertahan mekar 1 – 2 hari. Bunga tersusun atas 5 calyx, 5 mahkota bunga, 15 tangkai sari dan 1 buah bakal buah yang memiliki banyak ruang. Dari proses penyerbukan dihasilkan buah yang mengandung banyak biji. Biji kembang sepatu berukuran kebil, berwarna coklat sampai hitam dan berbulu











·         Diskripsi bunga kertas
kembang kertas merupakan tumbuhan asli daerah tropis di dataran Asia. Tanamanm ini kemudian menyebar di berbagai negara, mulai dari Timur Jauh sampai ke Eropa. Kembang sepatu termasuk tanaman perdu dengan ketinggian berkisar antara 4 m – 8 m. Batang berstruktur keras, bercabang banyak. Perakaran cukup dalam dan kuat sehingga batang tumbuh tegak dan kokoh.
Daunnya merupakan daun banyak, berbentuk oval atau hati dengan tepi halus, ujung daun meruncing, urat daun menjari dan menyirip. Daun berwarna hijau, panjang daun 4- 7 cm dan lebar 3, - 6 cm.
Kembang kertas berbunga banyak yang ke luar dari ketiak daun, panjang tangkai bunga 1 – 2 cm, dan menjurai dengan 4 mahkota yang tersusun berbentuk terompet.
Helaian mahkota bunga tunggal  dan satu putik. warna bunga bervariasi, misalnya putih, dan merah muda. Pembungaan berlangsung sepanjang tahun. Bunga hanya bertahan mekar kurang lebih 1 minggu. Bunga tersusun atas 4 mahkota bunga, 4 tangkai putik destiap satu helai mahkota bunga.















BAB V
PENUTUP
Setelah tumbuhan mencapai stadium perkembangan reproduktifnya, maka beberapa atau semua meristem apeks  pucuk pada ranting berhenti menghasilkan daun dan mulai membentuk bagian bunga. Bunga merupakan bagian tumbuhan yang amat penting karena berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Bunga terdiri dari sejumlah bagian steril dan bagian reproduktif atau fertilyang melekat pada sumbu, yakni dasar bunga atau reseptakulum. Bagian sumbu yang merupakan ruas batang yang diakhiri oleh bunga dinamakan tangkai bunga atau pedisel. Bagian steril dari bunga terdiri atas sejumlah helai daun kelopak atau sepal dan sejumlah helai daun mahkota atau petal. Masing-masing bagian tersebut dapat menjadi karakter khas dari suatu familia ataupun tingkat takson di bawahnya. Hasil mikrosporogenesis adalah mikrospora atau butir serbuk sari. Pada kebanyakan bunga, berkas pembuluh yang menuju setiap organberdivergensi dari silinder pembulih sentral, di taraf yang berbeda-beda dalam bunga.
            Sebagian bunga terdapat salah satu yang tidak ada sepeti halnya bunga sempurna. Terkadang yang tidak lengkap yakni kelamin jantan, kelamin betina atau kelopak bunga.
3.2 Saran
            Kata harus mengerti dan memahami setiap perubahan dari mulainya perbungaan sampai pembentukan bunga yang  mekar sempurna serta sampai layu dan mati agar kita lebih mendalami gejalanya.









DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.





















CARA MEMEBUAT HERBARIUM SEDERHANA


                                  Nama         : Tri Hardianto Abrian
                           NPM          : 134110223
                           Lokal         : C/1
  

AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  latar belakang
Herbarium adalah tumbuhan utuh yang telah kering. Utuh maksudnya lengkap organ vegetatif dan generatif. Organ vegetatif terdiri dari akar, batang, daun sedangkan organ generatif terdiri dari bunga, buah dan biji. Biasanya herbarium dibuat untuk tumbuhan yang berukuran kecil hingga sedang. Hal mi berbubungan dengan cara pengeringannya yang praktis karena biasanya herbarium dibuat dengan menggunakan buku tebal yang relatifukurannya kecil.
Herbarium yang baik adalah herbarium yang lengkap organ vegetatif dan organ generatifiiya. Selain itu kerapian herbarium juga akan menentukan estetika. Oleh sebab itu pengerjaan herbarium hams teliti dan berhati-hati. Untuk membuat herbarium dari tumbuhan yang mini relatif lebih mudah danipada membuat herbarium dari tumbuhan besar.

1.2 tujuan
            Untuk mengetahui dan karya seni dalam membuat keringan dari tumbuhan.













BAB II
LANDASAN TEORI
Luca Ghini (1490, Casalfiumanese - 4 Mei 1556) adalah seorang dokter dan ahli botani Italia, terkenal sebagai pencipta herbarium pertama yang tercatat, serta kebun raya pertama di Eropa. Dalam botani, herbarium (jamak: herbarium) - kadang-kadang dikenal dengan istilah herbar keinggeris-inggerisan - adalah kumpulan spesimen tumbuhan diawetkan. Spesimen ini mungkin seluruh tanaman atau bagian tanaman: ini biasanya akan berada dalam bentuk kering, dipasang pada lembar, tapi tergantung pada material juga dapat disimpan dalam alkohol atau pengawet lainnya. Istilah yang sama sering digunakan dalam ilmu jamur untuk menggambarkan koleksi setara dengan jamur diawetkan. Istilah ini juga dapat merujuk kepada bangunan dimana spesimen disimpan, atau lembaga ilmiah yang tidak hanya menyimpan tetapi penelitian ini spesimen. Spesimen di herbarium yang sering digunakan sebagai bahan referensi dalam menggambarkan taksa tanaman, beberapa spesimen mungkin jenis
Ghini lahir di Casalfiumanese, putra notaris, dan belajar kedokteran di University of Bologna. Pada 1527 ia berceramah di sana pada tanaman obat, dan akhirnya menjadi profesor. Dia pindah ke Pisa pada 1544, tetap menjaga rumahnya di Bologna. Dia menciptakan herbarium pertama (Hortus siccus) pada tahun itu, pengeringan tanaman sambil menekan mereka antara potongan kertas, kemudian menempelkan ke karton. 1544 juga melihat pembentukan taman untuk tanaman hidup, yang kemudian dikenal sebagai Orto Botanico di Pisa. The Orto Botanico di Pisa, juga dikenal sebagai Orto Botanico dell'Università di Pisa, adalah sebuah taman botani yang dioperasikan oleh University of Pisa, dan terletak di melalui Luca, Ghini 5 Pisa, Italia. Ini adalah pagi hari kerja terbuka tanpa biaya.
Herbarium berasal dari kata “hortus dan botanicus”, artinya kebun botani yang dikeringkan. Secara sederhana yang dimaksud herbarium adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan, biasanya disusun berdasarkan sistim klasifikasi.




BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu
  Tempat            : mushollah al-ikhlas , gang sejahtera 
  Waktu             :  sabtu, 21 Desember 2013

3.2 alat dan bahan
Alat
1. hvs
2. buku
3. alat pres
4. alat prin
Bahan
1. daun katu
2. Alcohol

3.3. Cara keija
Langkah yang harus dilakukan yaitu:
- mencari tumbuban yang ukurannya kerdil/mini.
- lakukan pembersihan dari kotoran dan bagian tumbuhan yang telah kering.
- cari hvs atau buku tebal sebagai alat pengering
- buka lembaran hvs atau buku lalu selipkan tumbuhan tersebut
- tata kerapian tumbuhan jangan sampai ada daun yang terlipat atau batang yang tumpang tindih
- simpan diteinpat pada kondisi suhu kamar.






BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 hasil pengamatan pratikum
          Dari hari kehari daun mulai mongering bdan warna juga berubah kecoklatan.

4.2 pembahasan
            Bunga katu yang di ambil daunya memiliki kelebihan untuk melancarkan air asi bagi perempuan yang sedang melahirkan. Saat daun katu di dilakukan pengeringan memerlukan media yang capat kering. Setalah melakukan herbarium, daun katu berwarna kecoklatan dan hasilnya sangat sempurna.

4.3 dokumentasi pengamatan dan hasil praktikum
·         pengamatan
         

         



·         hasil praktikum





BAB V
PENUTUP
5.1 kesimpulan
1.      Herbarium adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan, biasanya disusun berdasarkan sistem klasifikasi
2.      Pengawetan tanaman dapat dilakukan secara basah maupun kering
3.      Pada laporan ini, tanaman yang diawetkan yakni daun katu

5.2 pesan
Dalam pembuatan herbarium kering, sebaiknya tidak dikeringkan terpapar langsung di bawah sinar matahari, sebaiknya ditutup atasnya menggunakan kertas karena struktur yang dihasilkan akan lebih bagus dan wanranya tidak terlalu “gosong” dan menggunakan alcohol


















DAFTAR PUSTAKA
Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.



























MENGHITUNG KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN


                        Nama         : Tri Hardianto Abrian
                   NPM          : 134110223
                   Lokal         : C/1
  
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  latar belakang
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan komposisi vegetasi secara bentuk (struktur).
vegetasi dari tumbuh-tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk. Untuk mempelajari komposisi vegetasi perlu dilakukan pembuatan petak-petak pengamatan yang sifatnya permanen atau sementara. Menurut Soerianegara (1974) petak-petak tersebut dapat berupa petak tunggal, petak ganda ataupun berbentuk jalur atau dengan metode tanpa petak.
Metode kuadrat umunya dilakukan bila vegetasi tingkat pohon saja yagng jadi bahan penelitiaan. Metode ini mudah dan lebih cepat digunan untuk mengetahui komposisi, dominasi pohon dan menksir volumenya.

1.2  tujuan
kita dapat mengetahui secara akurat dan cepat dalam mengguanakan metode kuadrat untuk menghitung jumlah keanekaragaman tumbuhan.










BABII
LANDASAN TEORI
Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis suatu vegetasi yang sangat membantu dalam inendekripsikan suatu vegetasi sesuai dengan tujuannya. Dalam hal mi suatu metodologi sangat berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan dalam bidang-bidang pengetahuan lainnya, tetapi tetap harus diperhitungkan berbagai kendala yang ada. Metodologi-metodologi yang umum dan sangat efektif serta efisien jika digunakan untuk penelitian, yaitu metode kuadrat, metode garis, metode tanpa plot dan metode kwarter. Akan tetapi dalam praktikum kali liii hanya menitik beratkan pada penggunaan analisis dengan metode garis dan metode intersepsi titik (metode tanpa plot) (Syafei, 1990).
Metode kuadrat, bentuk percontoh atau sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran yang mengganibarkan luas area tertentu. Luasnya bisa bervariasi sesuai dengan bentuk vegetasi atau ditentukan dahulu luas minimumnya. Untuk analisis yang menggunakan metode mi dilakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi (Surasana, 1990).
Bentuk petak contoh sangat penting dalam memudahkan penempatan petak contoh dan efisiensi sampling. Ada tiga bentuk petak contoh yaitu : lingkaran, bujur sangkar dan empat persegi panjang.
Menurut (Loetsch, Zohrer, and Hailer (1973) kelebihan petak contoh lingkaran umumnya lebih mudah dibuat dibandingkan bentuk lain, karena dalam penibuatannya yang diperlukan banya titik pusat petak dan jarij ari lingkaran, selain itu relatiflebih mudah dalam mengatur pohon batas (borderline tree).
Bentuk iingkaran mempunyai ketelitian yang cukup tinggi dalam proses pembuatannya. Disamping itu juga, petak bentuk lingkaran akan praktis kalau digunakan untuk komunitas yang relatif seragam, seperti pada hutan tanaman, komunitas rumput/herba dan semak belukar.
Bentuk petak ukur empat persegi panjang atau bujur sangkar mengundang peluang untuk terjadinya bias, karena pembuatan sudut yang benar-benar tegak lurus di lapangan tidak mudah.
Demikian pula terjadinya error karena pohon tepi pada kedua macam bentuk petak ukur itu temyata cukup besar (Kadri, Soerjono, dan Perbatasari, 1992). Walaupun begitu, menurut Siswantoro et.al (2003) petak contoh berbentuk persegi panjang akan lebih efisie'u dari pada petak berbentuk bujur sangkar dalam jumlah dan luasan yang sama, bila sumbu panjang petak sejajar penibahan gradient lingkaran.
Kelimpahan setiap spesies individu atau jenis struktur biasanya dinyatakan sebagai suatu persen jumlah total spesises yang ada dalam komunitas, dan dengan demikian merupakan pengukuran yang relatife. Secara bersama-sama, kelimpahan dan frekuensi adalah sangat penting dalam menentukan struktur komunitas (Michael, 1994).





















BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu
  Tempat            : kebun karet fakultas pertanian , universitas islam riau
  Waktu             :  minggu, 15 Desember 2013

3.2 alat dan bahan
          1. tali raffia
          2. kayu 4 buah dengan ukuran 30 cm
          3. alat tulis

3.3 cara kerja
          1. ambil tempat petakan secara acak dengan ukuran lebar petakan 1m x 1m x 1m x 1m
          2. identifikasi tanaman yang ada di dalm petakan dan hitung berapa banyak jenis tanaman dan berapa populasi  tanaman yang ada.















BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 hasil pengamatan praktikum
No
Nama tanaman
jumlah
1
Sampel 1
112
2
Sampel 2
1
3
Sampel 3
1
4
Sampel 4
1

4.2 pembahasan
Dalam percobaan ini, saya menggunakan Metode kuadrat menurut Weaver dan Clements (1938) kuadrat adalah daerah persegi dengan berbagai ukuran. Ukuran tersebut bervariasi dari 1 dm2 sampai 100 m2. Bentuk petak sampel dapat persegi, persegi panjang atau lingkaran. salah satu macam dari  metode kuadrat adalah Count/list count quadrat yakni  Metode ini dikerjakan dengan menghitung jumlah spesies yang ada beberapa batang dari masing-masing spesies di dalam petak. Jadi merupakan suatu daftar spesies yang ada di daerah yang diselidiki. Dari hasilnya terdapat 112 pada sampel 1  dengan jumlah mayoritas dibandingkan sampel yang lain.

4.3 dokumentasi pengamatan dan hasil praktikum
·         Pengamatan
             


·         Hasil praktikum
           
                                Sampel 1                                                                              sampel 2
           
                                Sampel 3                                                                              sampel 4














BAB V
PENUTUP
5.1 kesimpulan
            Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan di kebun karet dekat fakultas pertanin terdapat beberapa jenis spesies rerumputan. Keanekaragaman tumbuhan yang ada disana cukup baik. Hali ini telah di hitung berdasarkan data yang didapat dengan mengunakan rumus Count/list count quadrat  yang menunjukan bahwa keanekaragaman tumbuhannya sedang atau cukup baik.

5.2 pesan
                Kita bias mengunakan metode selain metode kuadrat , memudahka kita untuk mengumpulkan dat yang akurat dan juga dalm meneliti harus serius agar  kecelakaan dalm mengumpulkan data



























DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta;Erlangga.
Tersedia: http://itswrong.webs.com/ukur_bio.pdf
Ayun. 2012. Metode Analisis Vegetasi (Metode Kuadrat).
Tersedia:http:/fbiologi08share.blogspot.comI2009/O4lbeberapa-metodologi
yang umum - dan.html
Wirakusumah, Sambas. 2003. Dasar-Dasar Ekologi bagi Populasi dan Komunitas.